Sabtu, 30 Juli 2016

Sajak malam untuk jemari yg jauh

Nama,  mungkin hanya tertulis di batu nisan
Namun kenangan tetap membekas sampai kapan
Beku di memori
Tak usang meski kau pergi

Singkat memang
Selaksa kau mengajariku
Hanya dua tahun
Lalu perpisahan menjadi akhir

Bukan engkau adl bidadari
Namun bak ibu bagi perantauaanku
Hiasi akhlak manjaku
Menjadi gadis bijakmu

Aku hanya bisu
Merintih manakala teringat saat terakhir kali
Saat sakit parahpun
Masih sempat saja kau ingat
Ingat kebiasaan ku
Dan berbisik "sana kalau mau buka dulu"

MasyaAllah,  mungkin tak akan pernah lupa
Pernah punya ibu sebaik beliau
Yang selalu ada
Yang selalu berada
Yang selalu tulus
Yang jujur menyayangku

Do'aku tak pernah putus
Meski jarak alam menjadi tak bertemu

*untuk almh bunyai khundziyah istri dari alm kyai haji AlMuhtasib Tingkir Salatiga
Allaahummaghfirlahuma waarhamhuma wa'afihima wa'fu'anhuam waj'aliljannata ma'wahum....  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar