Sabtu, 30 Juli 2016

Untuk Ibu Nyai Zulaikha

      Kali ini,  bukan ingin aku berpuisi hanya ingin menulis sebagian memori di sini tentang seorang wanita yang baru saja aku temui sekitar sebulan yang lalu.  
Awal aku bertemu dengan beliau itu disaat aku ikut mengantarkan neng ku ke pondok barunya dengan membawa sebuah nasi dan lauk karena ada acara ke-40 harinya Abahnya meninggalkan dunia fana' ini.  
"Tok,  tok,  tok, assalamu'alaikum" ucap si eneng maida.
"Wa'alaikumussalam," jawab bunyai dari dalam.
Bergegas membukakan pintu dan segera masuk kedalam .
  Saat itu mataku hanya tertuju ke pada interior rumahnya yang dihiasi dengan berderet piala tentang Al-Qur'an.  Dan saat aku mulai menjamah jemarinya,  mengecup tangan mungilnya,  seberkas cahaya lembut itu dari senyumnya dan tata tuturnya yang lembut dan membuatku meleleh.  
MasyaAllah, para ahlul qur'an itu macamnya seperti ini ya.  Menentramkan pun menyejukkan .
Entah, tiba-tiba seperti ada panggilan dari hati untukku kembali meraih impianku untuk menjadi seorang hafidzah Al-Qur'an. Yang ku impikan sejak aku kecil, namun selalu saja terhalang oleh ini dan itu. 
       Kebimbangan tetap ada saat bingung menerpaku untuk bangkit dan memilih yang terbaik untuk masa depanku nanti. (Bersambung) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar